Tiga cara menghubungkan ponsel
Mulailah dengan USB forwarding. Pindah ke LAN/WiFi nanti jika Anda menjalankan banyak ponsel.
USB forwarding (default)
Ponsel tetap terhubung lewat kabel USB. XProxy memakai USB debugging (ADB) untuk mengontrol aplikasi dan menjalankan proxy. Paling cocok untuk pelanggan baru dan setup skala kecil hingga menengah.
LAN/WiFi
Ponsel terhubung ke router lewat WiFi atau Ethernet, dan USB hanya diperlukan untuk penyiapan pertama. Paling cocok untuk setup besar dengan banyak ponsel dan router atau access point yang bagus.
USB tether
Ponsel membagikan data selulernya ke server lewat USB tethering, dan ADB tetap dipakai untuk kontrol. Paling cocok di tempat yang WiFi-nya tidak stabil.
Siapkan ponsel pertama Anda
Versi ringkas dari dokumentasi.
Aktifkan Android NextGen di panel
Di panel XProxy buka Settings, aktifkan Android NextGen, lalu mulai ulang panel dari Device Settings → Android Devices.
Aktifkan USB debugging
Di ponsel, ketuk Build number 7 kali di About phone untuk membuka Developer options, lalu aktifkan USB debugging.
Colokkan ponsel ke server
Hubungkan lewat USB dan ketuk Always allow saat diminta. Aplikasi XProxy akan terpasang sendiri di ponsel.
Periksa di dashboard
Buka Android Devices. Ponsel akan muncul dalam 30 detik dengan ADB terhubung, aplikasi agen berjalan, dan proxy aktif. Panduan lengkap membahas izin, IPv6, dan pemecahan masalah.
Yang Anda butuhkan
Persyaratan perangkat keras dari panduan NextGen.
Ponsel
Android 8.1 (Oreo) atau lebih baru. Root tidak diperlukan.
Server
4 inti CPU atau lebih, RAM 16 GB atau lebih, dan jaringan stabil, idealnya 1 Gbps. Hub USB membantu jika ponsel Anda lebih banyak daripada port.
Kontrol harian
Restart, reboot, instal ulang, atau perbarui aplikasi di ponsel mana pun dari panel, dan baca log sticky IP per perangkat.
Ponsel atau dongle USB?
Keduanya berfungsi dengan XProxy. Pilih sesuai yang ingin Anda optimalkan.
| Aspek | Dongle USB | Ponsel Android |
|---|---|---|
| Sinyal dan 5G | Dongle 5G sering mahal dan panas | Antena lebih besar daripada dongle, dan akses mudah ke pita 5G di ponsel modern |
| Operasi 24/7 | Dirancang beroperasi sepanjang waktu tanpa baterai | Baterai bisa menggembung atau cepat habis setelah 6 hingga 12 bulan; batasi pengisian daya hingga 60-80% |
| Rotasi IP | Sekitar 3 detik pada XH22 lewat perintah reboot AT | Instan, dengan timer atau lewat tautan API, seperti perangkat lainnya |
| Paket XProxy | Gratis hingga 5 modem; rotasi mulai dari Basic | Premium dan Business |
Pertanyaan seputar proxy ponsel Android
Apakah ponsel harus di-root?
Tidak. Aplikasi XProxy NextGen berjalan di Android 8.1 (Oreo) atau lebih baru tanpa root. USB debugging harus aktif untuk mode USB, dan beberapa merek (OPPO, Realme, Xiaomi) memerlukan pengaturan developer tambahan.
Paket mana yang mencakup proxy ponsel Android?
Membuat proxy dari ponsel Android termasuk dalam paket Premium dan Business. Paket Gratis dan Basic hanya mencakup modem USB. Lihat tabel paket.
Bisakah ponsel dan dongle USB dijalankan di server yang sama?
Bisa. XProxy mendukung keduanya, dan setiap ponsel atau dongle mendapat port proxy sendiri di dashboard yang sama. Lihat panduan modem USB.
Server seperti apa yang saya perlukan untuk banyak ponsel?
Panduan merekomendasikan server dengan 4 inti CPU atau lebih, RAM minimal 16 GB, dan jaringan yang stabil, idealnya 1 Gbps. Untuk mode LAN/WiFi, Anda juga memerlukan router atau access point yang mampu menangani seluruh lalu lintas ponsel.
Apakah IPv6 berfungsi di ponsel?
Jika SIM dan operator Anda mendukung IPv6, XProxy membuat port proxy IPv6 secara otomatis. Beberapa operator mengharuskan IPv6 diaktifkan di pengaturan APN, dan WiFi di ponsel harus nonaktif saat Anda menguji.